Pages

Rabu, 10 April 2013

Planktonologi


PLANKTONOLOGI


Dosen :
Ir. Dartius, MS

Disusun Oleh :
Elvis Patric Presly (110302020)










MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2012





Kuliah              : Pertemuan 1
Tanggal           : 28 Februari 2012
Sub Judul        : Planktonologi


“INDIKATOR”
1.      Dapat menjelaskan pentingnya plankton dan peranannya dalam ekosistem sebagai produksi.
2.      Dapat mengenal keanekaragaman fitoplankton dan zooplankton.
3.      Dapat menjelaskan metode sampling.
4.      Dapat mengetahui plankton sebagai bioindikator kualitas perairan.
Istilah Plankton berasal dari bahasa Yunani yaitu Plantos (mengembara).
Planktonologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan plankton. Istilah plankton pertama kali diperkenalkan oleh Victor Hensen tahun 1887 untuk membedakan organisme hidup dengan partikel abiotik yang tersuspensi didalam perairan. Ilmu planktonologi sangat penting dalam kegiatan budidaya ikan. Karena plankton merupakan produksi primer dalam suatu ekosistem. Selain itu, dengan mempelajari planktonologi kita akan lebih mengetahui tentang plankton, mulai dari jenisnya, persebarannya, dll.
Plankton adalah suatu organisme yang berukuran kecil yang hidupnya mengambang, melayang didalam air, kemampuan gerak terbatas, dan tidak mampu melawan arus air.

Plankton                      Planktologi : Dipakai oleh badan Oseanologi dan IPB

                                    Planktonologi : Dipakai oleh Universitas lain.

Plankton :
Berperan sebagai produksi primer/produsen.
Bioindikator kualitas perairan.

Ada 2 kelompok Plankton yaitu :
1.      Fitoplankton
Fitoplankton mempunyai fungsi penting di laut, karena bersifat autotrofik, yakni dapat menghasilkan sendiri bahan organik makanannya. Selain itu, fitoplankton juga mampu melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan bahan organik karena mengandung klorofil. Karena kemampuannya ini fitoplankton disebut sebagai produksi primer. Bahan organik yang diproduksi fitoplankton menjadi sumber energi untuk menjalan segala fungsi faalnya. Tetapi, disamping itu energi yang terkandung didalam fitoplankton dialirkan melalui rantai makanan. Seluruh hewan laut seperti udang, ikan, cumi – cumi sampai ikan paus yang berukuran raksasa bergantung pada fitoplankton baik secara langsung atau tidak langsung melalui rantai makanan.
Fitoplankton adalah tumbuh-tumbuhan air yang mempunyai ukuran sangat kecil dan hidup melayang dalam air. Fitoplankton mempunyai peranan sangat penting dalam ekosistem perairan, sama pentingnya dengan peran tumbuh-tumbuhan hijau yang lebih tinggi tingkatannya di ekosistem daratan. Fitoplankton adalah produsen utama (Primary producer) zat-zat organik dalam ekosistem perairan. Seperti tumbuh-tumbuhan hijau yang lain, fitoplankton membuat ikatan-ikatan organik kompleks dari bahan organik sederhana melalui proses fotosintesa.

Reaksi Fotosintesis :

6CO2 + 12H2O                C6H12O6 + 6H2O + 6O2

Keseimbangan jumlah atom sesudah atau sebelum reaksi adalah sama.

2.      Zooplankton

Zooplankton disebut juga plankton hewani, adalah hewan yang hidupnya mengapung, atau melayang dalam laut. Kemampuan renangnya sangat terbatas hingga keberadaannya sangat ditentukan ke mana arus membawanya. Zooplankton bersifat heterotrofik, yang maksudnya tak dapat memproduksi sendiri bahan organik dari bahan inorganik. Oleh karena itu, untuk kelangsungan hidupnya zooplanton sangat bergantung pada bahan organik dari fitoplankton yang menjadi makanannya. Jadi zooplankton lebih berfungsi sebagai konsumen (consumer) bahan organik.
Zooplankton ada yang hidup di permukaan dan ada pula yang hidup di perairan dalam. Ada pula yang dapat melakukan migrasi vertikal harian dari lapisan dalam ke permukaan. Hampir semua hewan yang mampu berenang bebas (nekton) atau yang hidup di dasar laut (bentos) menjalani awal kehidupannya sebagai zooplankton yakni ketika masih berupa terlur dan larva. Baru dikemudian hari, menjelang dewasa, sifat hidupnya yang semula sebagai plankton berubah menjadi nekton atau bentos.
Zooplankton terdiri dari holoplankton (zooplankton sejati) dan meroplankton (zooplankton sementara). Holoplankton adalah hewan yang selamanya hidup sebagai plankton seperti Protozoa dan Entomostraca. Meroplankton yaitu hewan yang hidup sebagai plankton hanya pada stadia-stadia tertentu, seperti larva atau juvenil dari Crustacea, Coelenterata, Molusca Annelida dan Echinodermata. Protozoa sebagai plankton sejati dibagi menjadi 4 klasis yaitu Rhizopoda, Ciliata, Flagelata dan Sporozoa (hidup sebagai parasit). Rhizopoda merupakan zooplankton yang mempunyai arti penting tidak hanya di laut tetapi juga di air tawar. Zooplankton ini merupakan makanan bagi ikan dan hewan Avertebrata. Rhizopoda terdiri dari beberapa ordo yaitu Amoebina, Foraminifera, Radiolaria dan Heliozoa. Salah satu species zooplankton yang mempunyai peranan sangat penting dalam ekosistem perairan adalah Crustacea. Crustacea terdiri dari dua golongan besar yaitu Entomostraca (udang-udangan tingkat rendah) dan Malacostrca (udangudangan tingkat tinggi). Semua stadia larva dari Malacostraca seperti Nauplius, zoea, mysis dan juvenil merupakan meroplankton, sedangkan Entomostraca merupakan zooplankton sejati baik di perairan tawar maupun di laut. Termasuk dalam kelompok ini adalah Cladocera, Ostracode, Copepoda dan Cirripedia. Copepoda merupakan zooplankton yang mendominasi ekosistem perairan, dengan populasi dapat mencapai 70 – 90%. Copepoda juga bersifat selektif konsumen.

Pengertian perairan.
Perairan adalah kesatuan massa air yang menetap di daerah tertentu, baik perairan yang mengenang dan perairan yang mengalir yang didalamnya terdapat interaksi biotis dan abiotis.





Kuliah                         : Pertemuan 2
Tanggal           : 06 Maret 2012
Sub Judul        : Pentingnya Plankton
Kepentingan Utama Plankton :

-          Sebagai sumber bahan makanan utama atau penyedia makanan utama bagi makhluk hidup di perairan.
-          Sebagai produsen atau penghasil senyawa-senyawa organic untuk mendukung segala sumberdaya perairan.
-          Sumber oksigen bagi sistem perairan, maksudnya fitoplankton di perairan menyumbang oksigen lebih bnyak daripada oksigen yang ada di hutan.
-          Biasa mengetahui tingkat trofik makanan diperairan.
Fitoplankton            Zooplankton          Ikan kecil            Ikan besar            Manusia.
-          Dapat mngetahui tingkat kesuburan dalam sistem perairan dengan menghitung penyebaran plankton.

Plankton berdasarkan ukurannya :
1.      Megaplankton : plankton yang berukuran > 2.0 cm.
Ada juga yang menyebutnya megaloplankton. Banyak ubur­ubur termasuk dalam golongan ini. Ubur-ubur Schyphomedusa, misalnya bisa mempunyai ukuran diameter payungnya sampai lebih dari satu meter, sedangkan umbai-umbai tentakelnya bisa sampai beberapa meter pajangnya. Plankton raksasa yang berukuran terbesar di dunia adalah ubur-ubur Cyanea arctica yang payungnya bisa berdiameter lebih dua meter dan dengan panjang tentakel 130 m lebih.
2.      Makroplanton : plankton yang berukuran 2 - 20 cm.
Contohnya adalah eufausid, sergestid, pteropod. Larva ikan banyak pula termasuk dalam golongan ini.
3.      Mesoplankton : plankton yang berukuran 0,2 - 20 mm
Sebagian besar zooplankton berada dalam kelompok ini, seperti kopepod, amfipod, ostrakod, kaetognat. Ada juga beberapa fitoplankton yang berukuran besar masuk dalam golongan ini seperti Noctiluca.
4.      Mikroplankton : plankton yang berukuran 2 - 200 μm
5.      Nanoplankton : plankton yang berukuran 2 - 20μm
6.      Fikoplankton : plankton yang berukuran 0,2 - 2 μm

Plankton berdasarkan daur hidup/siklus hidupnya :

1.      Holoplankton (Plankton tetap) : Plankton yang seluruh siklus hidup di jalani sebagai plankton ( Telur – Larva – Dewasa ). Holoplankton kebanyakan dari golongan Zooplankton tetapi ada juga dari golongan Fitoplankton.

2.      Meroplankton (Plankton Sementara) : Hidupnya sebagai plankton yaitu pada tahap Telur – Larva, kemudian pada saat Dewasa berubah menjadi Nekton dan ada juga yang berubah menjadi Bentos.
Plankton dari golongan ini menjadi kehidupannya sebagai plankton hanya pada tahap awal dari daur hidup biota tersebut, yakni pada tahap sebagai telur dan larva saja. Beranjak dewasa ia akan berubah menjadi nekton, yakni hewan yang dapat aktif berenang bebas, atau sebagai bentos yang hidup menetap atau melekat didasar laut. Oleh sebab itu, meroplankton sering pula disebut sebagai plankton sementara.
Pada umumnya ikan menjalai hidupnya sebagai plankton ketika masih dalam tahap telur dan larva kemudian menjadi nekton sstelah dapat berenang bebas. Kerang dan karang adalah contoh hewan yang pada awalnya hidup sebagai plankton pada tahap telur hingga larva, yang selanjutnya akan menjalani hidupnya sebagai bentos yang hidup melekat atau manancap didasar laut.
Meroplankton ini sangat banyak ragamnya dan umumnya mempunyai bentuk yang sangat berbeda dari bentuk dewasanya. Larva crustacea seperti udang dan kepiting mempunyai perkembangan larva yang bertingkat – tingkat dengan bentuk yang sedikitpun tidak menunjukkan persamaan dengan bentuk yang dewasa. Pengetahuan mengenai meroplankton ini menjadi sangat penting dalam kaitannya dengan upaya buidaya udang, crustacea, mollusca, dan ikan.

3.      Tikoplankton : Bukan planton sejati karena biota ini hidup didasar laut sebagai Bentos namun karena gerakan air membawa Tikoplankton ini hidup mengembara.

Plankton berdasarkan sebaran Horizontal :

Plankton terdapat dilingkungan air tawar hingga tengah samudra. Dari perairan tropis hingga ke perairan kutub. Boleh dikatakan tak ada permukaan laut yang tidak dihuni oleh plankton. Berdasarkan sebaran horizontalnya, plankton dibagi menjadi:
a. Plankton Neritik
Plankton neritik (neritic plankton) hidup di perairan pantai dengan salinitas (kadar garam) yang relatif rendah. Kadang-kadang masuk sampai ke perairan payau di depan muara dengan salinitas sekitar 5­10 psu (practical salinity unit; dulu digunakan istilah °/oo atau permil, g/kg). Akibat pengaruh lingkungan yang terus-menerus berubah disebabkan arus dan pasang surut, komposisi plankton neritik ini sangat kompleks, bisa merupakan campuran plankton laut dan plankton asal perairan tawar. Beberapa di antaranya malah telah dapat beradaptasi dengan lingkungan estuaria (muara) yang payau, misalnya Labidocera muranoi.
b. Plankton Oseanik
Plankton oseanik (oceanic plankton) hidup di perairan lepas pantai hingga ke tengah samudra. Karena itu plankton oseanik ditemukan pada perairan yang salinitasnya tinggi. Karena luasnya wilayah perairan oseanik ini, maka banyak jenis plankton tergolong dalam kelompok ini.
Penggolangan seperti di atas tidaklah terlalu kaku, karena ada juga plankton yang hidup mulai dari perairan neritik hingga oseanik hingga dapat disebut neritik-oseanik.



Plankton berdasarkan sebaran Vertikal :
1.      Epiplankton : plankton ini hidup dipermukaan dengan kedalaman < 100 m.
Epiplankton adalah plankton yang hidup di lapisan permukaan sampai kedalaman sekitar 100 m. Lapisan laut teratas ini kira-kira sedalam sinar matahari dapat menembus. Namun dari kelompok epilankton ini ada juga yang hanya hidup di lapisan yang sangat tipis di permukaan yang langsung berbatasan dengan udara. Plankton semcam ini disebut neuston. Contoh yang menarik adalah fitoplankton Trichodesmium, yang merupakan sianobakteri berantai panj ang yang hidup di permukaan dan mempunyai keistimewaan dapat mengikat nitrogen langsung dari udara. Neuston yang hidup pada kedalaman sekitar 0-10 cm disebut hiponeuston. Ternyata lapisan tipis ini mempunyai arti yang penting karena bisa mempunyai komposisi jenis yang kompleks.
Dari kelompok neuston ini ada juga yang mengambang di permukaan dengan sebagian tubuhnya dalam air dan sebagian lain lagi tersembul ke udara. Yang begini disebut pleuston.
2.      Mesoplankton : plankton ini hidup pada kedalaman 100 – 400 m
Mesoplankton yakni plankton yang hidup di lapisan tengah, pada kedalaman sekitar 100-400 m (jangan dikelirukan dengan ukuran plankton yang istilahnya sama). Pada lapisan ini intensitas cahaya sudah sangat redup sampai gelap. Oleh sebab itu, di lapisan ini fitoplankton, yang memerlukan sinar matahari untuk fotosintesis, umumnya sudah tidak dijumpai. Lapisan ini dan lebih dalam didominasi oleh zooplankton. Beberapa kopepod seperti Eucheuta marina tersebar secara vertikal sampai ke lapisan ini atau lebih dalam. Dari kelompok eufausid juga banyak yang terdapat di lapisan ini, misalnya Thysanopoda, Euphausia, Thysanoessa, Nematoscelis. Tetapi eufausid ini juga dapat melakukan migrasi vertikal sampai ke lapisan di atasnya.
3.      Hipoplankton : plankton yang hidup pada kedalaman > 400 m
Hipoplankton adalah plankton yang hidupnya pada kedalaman lebih dari 400 m. Termasuk dalam kelompok ini adalah batiplankton (bathyplankton) yang hidup pada kedalaman > 600 m, dan abisoplankton (abyssoplankton) yang hidup di lapisan yang paling dalam, sampai 3000 - 4000 m.
Sebagai contoh, dari kelompok eufausid, Bentheuphausia ambylops (Gambar 13) dan Thysanopoda adalah jenis tipikal laut-dalam yang menghuni perairan pada kedalaman lebih dari 1500 m. Kelompok kaetognat Eukrohnia hamata, dan Eukrohnia bathypelagica (Gambar 13) termasuk yang hidup pada kedalaman lebih dari 1000 m.
4.      Batiplankton : plankton ini hidup pada kedalaman  > 600 m.
5.      Abisoplankton : plankton dapat hidup pada kedalaman  3000 – 4000 m.

Organisme perairan :

1.      Fitoplanton : Organisme yang berukuran kecil yang hidupnya mengambang, melayang didalam air, kemampuan gerak terbatas, dan tidak mampu melawan arus air.
2.      Zooplankton : Plankton hewani, adalah hewan yang hidupnya mengapung, atau melayang dalam laut.
3.      Bentos : Organisme yang hidup di substrat dasar perairan
4.      Perifiton : Organisme yang hidup melekat pada benda hidup/benda-benda yang lain.
5.      Nekton : Organisme yang berenang bebas di perairan
6.      Neuston : Organisme yang hidup dipermukaan perairan.












Kuliah                         : Pertemuan 3
Tanggal           : 13 Maret 2012
Sub Judul        : Pertumbuhan Plankton

-          Kemampuan fitoplankton dapat menghasilkan energy membentuk energy yang dihasilkan dari proses fotosintesis, karena fitoplankton memiliki bermacam-macam pigmen, yaitu : Organik           Anorganik.
CO2 (udara)             350 ppm = 0,0035%
-          Produk energy utama suatu perairan adalan fitoplankton
-          Dalam system perairan fitoplankton adalah rantai utama sebagai pendukung kehidupan diperairan.
Fitoplankton                Zooplankton (konsumen)
-          Keuntungan dan kerugian fitoplankton di perairan
·         Keuntungan
1.      Dapat digunakan sebagai produksi primer perairan
2.      Sebagai penentu kualitas perairan (tercemar ringan, sedang, atau tercemar berat)
·         Kerugian
1.      Bila terjadi Blooming akibat dari eutrofikasi maka fitoplankton akan punah. Hingga muncul spesies baru yang dominan.
-          Salah satu ciri fitoplankton adalah berkembang biak dengan sangat cepat (faktor fisik dan kimia sangat mempengaruhi).                      Komposisi jenis fitoplankton yang ada disekitar suatu perairan, unsur zat hara, kedalaman, aktivitas pemangsa, angin.
-          Fitoplankton juga menggunakan sebagian energy dari hasil proses fotosintesis terutama protein untuk pertumbuhan dan perkembangan untuk proses metabolism fitoplankton.
-          Pertumbuhan plankton : pada siklus makanan fitoplanktopn dan zooplankton tumbuh sangat cepat disebabkan oleh pengkayaan nutrisi dalam sistem perairan.
-          Dalam system perairan blooming juga disebabkan oleh musim, curah hujan, arus, gelombang, dan angin.
-          Blooming dimulai pada musim panas (Spring) dan kebanyakan blooming dari bluegreen algae (ganggang biru) di suatu Negara. Dengan demikian kualitas perairan dapat ditentukan dengan menentukan plankton.
-          Ada sejumlah fitoplankton yang dapat memproduksi toksin (racun).




























Kuliah                         : Pertemuan 4
Tanggal           : 20 Maret 2012
Sub Judul        : RED TIDE

RED TIDE
Red Tide tergolong dalam Mikroalgae. Ada 20 macam plankton yang berguna dan merugikan.
Terbagi atas kelompok :
1.      Kelompok A
Plankton yang berguna dan umumnya tidak berbahaya.
2.      Kelompok B
Dikatakan memiliki potensi untuk merugikan dan akan merugikan oksigen dalam sistem perairan.
3.      Kelompok C
Dikatakan merugikan karena plankton ini menyebabkan kematian ikan.

Pembagian Fitoplankton :

1.      Diviso Bacteriophyta
2.      Divisio Cyanophyta (Ganggang Biru)
3.      Divisio Phycophyta (Ganggang lainnya)
4.      Divisio Mycophyta
5.      Divisio Bryophyta (Lumut)
6.      Divisio Pteridophyta (Paku)
7.      Divisio Spermatophyta

Keterangan :
Poin 1, 2, 3, ada plankton
Poin 2, 3, Algae
Poin 4, 5, 6, 7, tidak ada plankton


ALGAE
1.      Euglenophyta
Euglenophyta adalah organisme bersel satu yang mirip hewan karena tidak berdinding sel dan mempunyai alat gerak berupa flagel jumlah flagel bisa satu,dua atau tiga sehingga dapat bergerak bebas. Sebagian besar uniseluler. Mirip tumbuhan karean memiliki klorofil dan mampu berfotosintesis tetapi ada juga yang tidak dan mirip hewan karena tidak berdinding sel dan memilki stigama yang peka terhadap cahaya dan cara makanya seperti amoeba. Hidup di air tawar, dalam tanah dan tempat lembab.
2.      Cholorophyta, terbagi atas 2 kelas :
-          Cholophyceae, dan
-          Charophyceae
3.      Chrysophyta, terbagi atas 3 kelas :
-          Xanthophyceae (alga kuning),
-          Chvysophyceae, dan
-          Bacillariophyceae (kelompok diatom)
Diatom adalah tumbuhan cell tunggal yang tergolong dalam kelas Bacilariophyceae dari phylum Bacilariophyta.  Diatom bisa terdiri dari satu cell tunggal atau gabungan dari beberapa cell yang membentuk rantai.  Biasanya terapung bebas di dalam badan air dan juga kebanyakan dari mereka melekat (attach) pada substrat yang lebih keras. Pelekatan diatom biasanya karena tumbuhan ini mempunyai semacam gelatin (Gelatinous extrusion) yang memberikan daya lekat pada benda atau substrat. Kita juga kadang menemukan beberapa diatom yang walau sangat lambat tetapi punya daya untuk bergerak.  Diatom akan sangat tergantung pada pola arus laut dan pergerakan massa air baik itu secara horizontal maupun vertical. Cell diatom ini mempunyai ukuran kurang lebih 2 micron sampai beberapa millimeter, namun kita juga kadang menemukan beberapa yang ukurannya sampai 200 micron.  Sampai saat ini para ahli memperkirakan jumlah species dari diatom ini sekitar 50.000 spesies.
Yang menarik adalah diatom bahkan dapat di temukan pada sediment dari permukaan laut bahkan sungai, danau dan estuary. Bahkan di jadikan indicator dari pola pelapisan sediment yang terbentuk.  Tidak jarang juga di jadikan indicator lingkungan pada indikasi pencemaran lingkungan.
Dari sumbernya diatom dapat di kelompokkan kedalam Diatom asli parairan tersebut (Autochthonous) dan Diatom yang berasal dari luar perairan itu (Allochthonous).  Pada daerah-daerah pantai atau estuari yang banyak terdapat vegetasi seperti lamun (seagrass) dan Macroalga, perairan tersebut kebanyakan di jumpai kelompok diatom asli yang berasal dari perairan tersebut (autochthonous) yang umumnya berasal dari epiphyte yang melekat pada macrophyte. Kelompok diatom ini juga dikenal dengan epiphytic diatom.
4.      Phaeophyta (alga coklat)
Ganggang coklat adalah salah satu ganggang yang tersusun atas zat warna atau pigmentasinya. Phaeophyta (ganggang coklat) ini berwarna coklat karena mengandung pigmen xantofis. Bentuk tubuhnya seperti tumbuhan tinggi. Ganggang coklat ini mempunyai talus (tidak ada bagian akar, batang dan daun), terbesar diantara semua ganggang ukuran tulusnya mulai dari mikroskopik sampai makroskopik. Ganggang ini juga mempunyai jaringan transportasi air dan makanan yang anolog dengan transportasi pada tumbuhan darat, kebanyakan bersifat autotrof.
5.      Pyrrophyta, terbagi atas 2 kelas : Dermokontae, Dinophyceae
Pyrrophyta adalah alga uniselular (bersel satu) dengan dua flagel yang berlainan, berbentuk pita, keluar dari sisi perut dalam suatu saluran. Mengandung pigmen (klorofil A,C2 dan piridinin,sementara yang lain memiliki klorofil A,C1,C2 dan fucosantin) yang dapat berfotosintesis. Hanya dinoflagellata yang memiliki kemampuan untuk berfotosintesis. Berwarna kuning coklat.
6.      Rhadophyta (alga merah)
Ganggang ini hidup di laut dan kira-kira 50 jenis di air tawar bentuk tubuh seperti rumput sehingga disebut dengan rumput laut. Tubuh bersel banyak bentuk seperti lembaran, talusnya mikroskopik dan multiseluler. Warna merah karena mengandung pigmen fikoeritrin. Reproduksi aseksual dengan pembentukan macam-macam aplanospora (monospora, bispora. Tetraspora, polispora dan spora netral) sangat jarang terjadi fragmentasi. Sedangkan seksual melalaui peleburan antara spermatozoid dan ovum menghasilkan zigot. Zigot tumbuh menjadi ganggang merah.
Contoh: Euchemma spinosum, Gelidium, Rhodymenia dan Scinata
7.      Cyanophyta (Blue-green Algae)
Organisme prokariotik dan karenanya tidak terikat membran organel. Lebih erat kaitannya dengan bakteri daripada algae lain, mereka sering disebut sebagai cyanobacteria. Mereka terjadi di laut, air tawar dan habitat darat. Cyanophyta merupakan komponen penting dalam siklus nitrogen dan produsen

Fitoplankton yang bisa tertangkap dengan jaring umumnya tergolong dalam tiga kelompok utama yakni diatom, dinoflagellata dan alga biru (Cyanophyceae). Zooplankton adalah plankton hewani. Zooplankton meskipun terbatas, mempunyai kemampuan bergerak dengan cara berenang (migrasi vertikal). Pada siang hari zooplankton bermigrasi ke bawah menuju dasar perairan. Migrasi dapat juga terjadi karena faktor konsumenan (grazing) yaitu mendekati fitoplankton sebagai mangsa. Dapat juga migrasi terjadi karena pengaruh gerakan angin sehingga menyebabkan upwelling atau downwelling.

Kehidupan plankton memerlukan unsur zat hara.

AMONIAK
Amoniak berasal dari limbah dalam konsentrasi tinggi sangat toksik bagi plankton dan ikan. Dalam konsentrasi rendah mendorong pertumbuhan plankton dimana amoniak di asimilasikan menjadi nitrat (NO3).
Asimilasi adalah zat hara diambil dan dimasukan ke dalam meabolisme lalu segera dengan ikut proses zat-zat kimia di dalamnya.
Biosintesis adalah proses akhir.
Dua hal lain Si (silikat) dan Fe (besi) dua hal ini adalah faktor pembatas (limiting factor).
Fe : berasal dari pelapukan dari tanah
Si : membuat suatu perbandingan N : Si, P : Si ini digunakan sebagai alat ukur apakah berasal dari sumber manusia dan lainnya.
Limbah dan menggunankan pupuk berlebihan secara signifikan akan merubah komposisi kehidupan plankton. Contohnya di waduk Jati Luhur di Jawa.
Beberapa fitiplankton dapat memproduksi racun dengan perbandingan rasio nutrisi berbeda-beda. Fitoplankton tidak akan mati memproduksi racun sebab fitoplankton memiliki senyawa terikat tidak bebas, tidak beracun untuk diri sendiri, sedangkan yang bebas maka ini lah yang beracun.
Banyaknya unsur hara mengakibatkan tumbuh suburnya tumbuhan, terutama makrophyta dan fitoplankton. Fitoplankton dapat menghasilkan energi dan molekul yang kompleks jika tersedianya bahan nutrisi. Nutrisi yang paling penting adalah nitrit dan posfat. Fosfat merupakan unsur penting dalam air. Fospat terutama berasal dari sedimen yang selanjutnya akan terfiltrasi dalam air tanah dan akhirnya masuk ke sistem perairan. Komponen nitrit (NO2) jarang ditemukan pada badan air permukaan karena langsung dioksidasi menjadi nitrat (NO3). Di wilayah perairan neritik yang relative dekat dengan buangan industri umumnya nitrit bisa dijumpai, mengingat nitrit sering digunakan sebagai inhibitor terhadap korosi pada air proses dan pada sistem pendingin mesin. Bila kadar nitrit dan fospat terlalu tinggi bisa menyebabkan perairan bersangkutan mengalami keadaan eutrotrof sehingga terjadi blooming dari salah satu jenis fitoplankton yang mengeluarkan toksin. Kondisi seperti itu bisa merugikan hasil kegiatan perikanan pada daerah perairan tersebut.
Ekologi Plankton
Organisme pada tingkat pertama berfungsi produsen/penyedia energi yang disebut sebagai plankton. Komunitas plankton (fitoplankton dan zooplankton) merupakan basis dari terbentuknya suatu rantai makanan, oleh sebab itu plankton memegang peranan penting dalam ekosistem air. Fitoplankton dapat dikatakan sebagai pembuka kehidupan di planet bumi ini, karena dengan adanya fitoplankton memungkinkan mahluk hidup yang lebih tinggi tingkatannya di muka bumi. Dengan sifatnya yang autotrof, fitoplankton mampu mengubah hara anorganik menjadi bahan organik dan penghasil oksigen yang sangat mutlak diperlukan bagi kehidupan mahluk yang lebih tinggi tingkatannya. Fitoplankton adalah organisme mikroskopik yang hidup melayang, mengapung dalam air serta memiliki kemampuan gerak yang terbatas. Fitoplankton berperan sebagai salah satu bioindikator yang mampu menggambarkan kondisi suatu perairan, kosmolit dan perkembangannya bersifat dinamis karena dominansi satu spesies dapat diganti dengan yang lainnya dalam interval waktu tertentu dan dengan kualitas yang tertentu juga. Perubahan kondisi lingkungan perairan akan menyebabkan perubahan pula pada struktur komunitas komponen biologi, khususnya fitoplankton.
Fitoplankton memegang peranan yang sangat penting dalam ekosistem air, karena kelompok ini dengan adanya kandungan klorofil mampu melakukan fotosintesis. Proses fotosintesis yang dilakukan oleh fitoplankton merupakan sumber nutrisi utama bagi kelompok organisme air lainnya yang membentuk rantai makanan. Kelompok fitoplankton yang mendominasi perairan tawar pada umunya terdiri air diatom dan ganggang hijau serta dari kelompok ganggang biru Zooplankton merupakan plankton yang bersifat hewani sangat beraneka ragam
dan terdiri dari berbagai macam larva dan bentuk dewasa yang mewakili hamper seluruh filum hewan. Namun dari sudut ekologi, hanya satu golongan zooplankton yang sangat penting artinya, yaitu subkelas kopepoda. Kopepoda adalah Crustaceae holoplanktonik berukuran kecil yang mendominasi zooplankton, merupakan herbivore primer Sebagian besar zooplankton menggantungkan sumber nutrisinya pada materi organik, baik berupa fitoplankton maupun detritus. Kepadatan zooplankton di suatu perairan jauh lebih sedikit dibandingkan dengan fitoplankton. Umumnya zooplankton banyak ditemukan pada perairan yang mempunyai kecepatan arus rendah serta kekeruhan air yang sedikit.










Kuliah                         : Pertemuan 5
Tanggal           : 27 Maret 2012
Sub Judul        : Plankton dan Food Web nya

Unsur-unsur penting dalam kehidupan plankton
Pertumbuhan (N, P, Si)
-          Yang diambil dalam bentuk terlarut yang diambil dalam permukaan selnya. Sehubungan dengan C, N, P. Karbon (C) diambil plankton dalam gas CO2. Perbandingan Karbon, Nitrogen, dan Fosfor adalah C 106 : 16 N : 1 F dan perbandingan bisa berubah sesuai dengan perbandingan N & P.
-          Fitoplankton yang hidup di air tawar merupakan faktor pembatas, Oseanik dan Estuari (Muara) biasanya N sebagai faktor pembatas dan terkadang Si.
-          Fitoplankton juga memerlukan senyawa Anorganik Frace Element (Unsur Mikro)
-          Unsur Makro : berada dalam tumbuhan banyaknya > 0,05%
-          Unsur Mikro : unsur yang terdapat pada tumbuhan yang kecil < 0,005%
-          Yang terpenting untuk fitoplankton adalah unsur mikro & unsur makro : P, N, Fe, Ca, Mg, Na. pada daerah lau tertentu fitoplankton menukar N & P sangat tinggi.













Kuliah                         : Pertemuan 6
Tanggal           : 3 April 2012
Sub Judul        : Crustaceae

-          Plankton yang kecil memiliki siklus hidup yang pendek. Contoh : bakteri dan flagellate.
-          Makroplankton muncul banyak pada musim tertentu pada daerah pantai.
Seperti : Crustaceae
-          Bakteri dimakan protozoa. Yang dimaksud adalah : Cilliata, Flagellata, dan Nanoflagellata. Merupakan sumber makanan bagi zooplankton.
-          Daerah yang cocok untuk bakteri dapat berkembang biak adalah daerah yang tinggi.
-          Pada musim dingin aktivitas mikroba sangat tertekan dan berbahaya.
-          Tingkah laku plankton : dalam kehidupannya plankton dapat tenggelam, mengapung, dan dapat melakukan gerak vertical dalam kehidupannya. Ukuran plankton sangat menentukan.
-          Adaptasi fitoplankton yang besar akan berkurang kemampuannya untuk tenggelam.
-          Plankton tersebar di perairan tawar dan asin dan yang paling banyak di air laut.
-          Ada variasi yang luas pada system aquatic mulai dari sungai, air terjun ke sungai, kolam dan tanah basah. Karena rendahnya curah hujan dan tingginya evavorasi.
-          Evavorasi adalah kehilangan air melalui tanah.
-          Ada salah satu danau di Australia, kandungan garamnya lebih tinggi kadar garam lautnya.







Kuliah                         : Pertemuan 7
Tanggal           : 3 April 2012
Sub Judul        : Plankton dan Kualitas Air

-          Fitoplankton dapat berkembang biak dengan cepat
-          Penambahan populasi yang cepat tersebut menyebabkan blooming. Blooming dalam air menyebabkan warna bermacam-macam.
-          Blooming bisa terjadi secara alamiah maupun karena aktivitas manusia.
-          Blooming dapat menguntungkan dan merugikan. Air akan kehilangan warna dan muncul warna baru di suatu perairan.
-          Blooming secara alamiah disebabkan olehn nutrisi N, P, Si dan juga berpengaruh pada gelombang laut.
-          Ada juga blooming yang berbahaya di estuary (muara). Potensi racun tidak selalu berbahaya tergantung spesies plankton dan kondisi lingkungan.
-          Dari 1200 spesies Dinoflagellata dikenal 40 spesies beracun guna mengurangi nutrisi berlebihan dalam system perairan.
-          Lautan dan pantai habitat plankton :
Garam lautan dipengaruhi oleh nutrisi yang dipindahkan, proses yang terjadi mencakup : phycileae dinamile dan proses biologi.
-          Jika banjir sungai menyebarkan air ke dataran rendah dan banyak membawa sedimen nutrisi.
-          Plankton yang didanau sering disebut Limnoplankton

0 komentar:

Posting Komentar

 

Blogger news

Blogroll